Sebuah tulisan yang menengok kembali proses ibu Simone de Beauvoir, Françoise, menuju kematian, serta hasrat untuk hidup yang terus berlanjut di dalamnya, diterbitkan dengan bertumpu pada buku Kematian yang Sangat Damai (아주 편안한 죽음). Tulisan karya penulis dan penerjemah Shin Yu-jin ini dimuat di rubrik budaya surat kabar Hankyoreh (한겨레), “Buku dan Pemikiran” (책과 생각), dan diperbarui pada 10 Oktober 2026 pukul 07.01. Fokus tulisan ini bukan gagasan universal tentang kematian, melainkan nama dan tubuh seseorang yang mengalami waktu tersebut.
Latar belakang dan konteks
Kematian yang Sangat Damai mengisahkan ibu Simone de Beauvoir, Françoise, yang didiagnosis menderita kanker dan menjalani operasi. Informasi buku yang dicantumkan dalam artikel menyebutkan Simone de Beauvoir sebagai penulis, Kang Chorong sebagai penerjemah, Eulyoo Publishing House (을유문화사) sebagai penerbit, dan tahun terbit 2021. Keterangan foto dalam artikel memperkenalkan Beauvoir sebagai penulis dan filsuf Prancis serta mencantumkan tahun hidupnya, 1908–1986.
Tulisan ini mencatat bahwa karya-karya Beauvoir yang lain juga membahas kematian, lalu menafsirkan bahwa dalam buku ini pembaca tidak hanya mendengar pemikiran seorang intelektual, tetapi juga suara seorang anak perempuan yang memandang ibunya menjelang ajal. Shin Yu-jin membaca tindakan Beauvoir mencatat kehilangan ibunya sebagai tulisan dukacita—proses mengalami dan mengenang kehilangan. Hal penting di sini adalah bahwa kehilangan tidak berhenti diperlakukan sebagai tema abstrak; tulisan ini mengikuti waktu nyata yang dialami seseorang.
Makna kabar ini
Tubuh Françoise dalam tulisan ini kian rusak akibat kanker dan rasa sakit. Perut yang membengkak, selang yang dimasukkan melalui hidung, luka tekan, warna kulit kebiruan, serta cairan yang mengalir dari pori-pori tubuh turut digambarkan. Namun, tulisan ini tidak menjadikan tubuh tersebut semata-mata lambang penderitaan. Penulis menafsirkan bahwa tubuh yang menderita itu tetaplah tubuh yang hidup, dan kenyataan tersebut membuat pembaca melihat kematian dan kehidupan sekaligus.
Françoise bertanya kepada putrinya kapan ia bisa pulang dari rumah sakit, berusaha menelan obat hingga habis, dan berkata, “Kematian harus ditunda.” Kata-kata terakhir yang, menurut tulisan ini, didengar Beauvoir dari ibunya adalah “Rupanya aku tidak ingin mati” dan “Aku sesak napas.” Shin Yu-jin membaca kata-kata ini sebagai hasrat untuk terus bernapas hingga akhir. Bagian ini perlu dibaca dengan membedakan kata-kata yang dicantumkan dalam artikel dari penafsiran penulisnya.
Sudut pandang ini dapat mendorong pembaca agar tidak memandang kematian hanya sebagai kesimpulan yang telah ditentukan sebelumnya. Penulis menafsirkan bahwa Kematian yang Sangat Damai bukan terutama menjelaskan makna umum kematian, melainkan mengisahkan Françoise de Beauvoir sebagai individu yang sedang sekarat. Misalnya, ketika mengenang saat-saat terakhir seseorang yang dekat, sudut pandang tulisan ini dapat membuat kita mengingat bukan hanya momen itu dengan satu kata, “kematian”, tetapi juga apa yang diinginkan orang tersebut dan waktu yang dijalaninya. Ini bukan pernyataan yang mengasumsikan pengalaman pembaca, melainkan kemungkinan yang muncul dari penafsiran tulisan tersebut.
Fakta yang terkonfirmasi dan hal yang belum diketahui
Fakta yang terkonfirmasi
- Penulisnya adalah Shin Yu-jin, seorang penulis dan penerjemah, dan tulisannya membahas buku Simone de Beauvoir, Kematian yang Sangat Damai.
- Artikel menyebutkan bahwa buku tersebut mengisahkan Françoise yang didiagnosis menderita kanker dan menjalani operasi.
- Tulisan ini menggambarkan tubuh Françoise yang kian rusak sekaligus hasratnya untuk hidup, yang tampak dari pertanyaan tentang kepulangan dari rumah sakit dan upayanya meminum obat.
- Penulis menafsirkan buku ini sebagai kisah yang memperlihatkan proses Françoise sebagai individu yang sedang sekarat dan kehidupannya, bukan gagasan universal tentang kematian.
Hal yang belum diketahui
- Jenis kanker yang diderita Françoise de Beauvoir dan waktu diagnosisnya secara spesifik tidak disebutkan dalam artikel.
- Tanggal dan tempat Françoise meninggal juga tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan teks sumber.
- Waktu penerbitan edisi asli Kematian yang Sangat Damai dan judul aslinya tidak dicantumkan dalam artikel.
Hal yang perlu diperiksa pembaca
- Saat membaca atau membeli buku, pembaca dapat melihat halaman hak cipta untuk mencocokkan informasi yang dicantumkan dalam artikel: Kang Chorong sebagai penerjemah, Eulyoo Publishing House sebagai penerbit, dan tahun terbit 2021.
- Kata-kata “Rupanya aku tidak ingin mati” dan “Aku sesak napas” perlu dibedakan dari penafsiran “ingin bernapas”. Yang pertama adalah kata-kata yang dikutip dalam artikel, sedangkan yang kedua adalah makna yang dibaca penulis dari kata-kata tersebut.
- Untuk memastikan jenis kanker yang diderita Françoise atau waktu diagnosis maupun kematiannya, diperlukan sumber lain yang membahas hal-hal tersebut, bukan tulisan ini. Agar akurat, informasi yang tidak dijawab oleh teks sumber tidak boleh ditambahkan seolah-olah merupakan fakta yang telah terkonfirmasi.



















